Ini adalah saat aku berusia sekitar tiga atau empat tahun. Aku memang sudah tidak terlalu ingat dengan hari itu. Tapi aku suka tertawa sendiri jika mengingat “aku” yang waktu itu.
Hari itu aku dan keluargaku pergi jalan-jalan. Aku sudah tidak ingat lagi saat itu aku pergi ke mana saja. Tapi yang kuingat, dalam perjalanan pulang kami mampir ke sebuah pusat perbelanjaan. Saat itu, anak kecil dilarang masuk ke pusat perbelanjaan tersebut. Aku menunggu di luar bersama kakakku. Tak lama kemudian, papa dan kakakku yang lain mendatangiku. Mereka bilang kalau mama sedang membayar belanjaan di kasir. Jadi, kami semua menunggu di luar.
Kurasa sudah setengah jam berlalu. Tapi mama masih belum keluar juga. Aku mulai resah. Apa terjadi sesuatu?, pikirku. Dan karena aku mulai khawatir, aku membayangkan yang tidak-tidak lagi. Kali ini aku membayangkan kalau mama terhisap di sebuah lubang hitam di dinding ketika membawa barang belanjaan. Seketika itu juga aku langsung menangis. Aku takut kalau itu benar-benar terjadi. aku terus menerus menangis. Kakakku berusaha menenangkanku tapi aku terus menangis. Dan akhirnya aku berhenti menangis saat mama keluar dengan membawa barang belanjaan. Aku senng sekali bisa bertemu mama lagi.
Haa.. benar-benar masa kecil yang penuh dengan khayalan. Aku masih ingat saat aku sudah berhenti menangis, aku dibelikan kacang rebus yang dijual di dekat situ. Wuah, kenyang...
Jumat, 06 Maret 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar