Jumat, 06 Maret 2009

Akibat Terlalu Panik

Suatu hari, aku diajak mama pergi ke sebuah pusat perbelanjaan di Bogor. Mama bilang ingin membelikanku tas sekolah yang baru. Saat itu aku masih duduk di kelas dua sekolah dasar. Wah, rasanya aku akan mendapatkan pengalaman baru hari ini, pikirku. Sesampainya di sana, mama menyuruhku untuk memilih model tas yang kusuka. Mama juga berpesan untuk tidak terlalu jauh darinya. Aku mengengguk dan segera mencari model tas yang kuinginkan. Sebelum hendak memilih, aku menoleh ke belakang. Ternyata mama masih ada di belakangku. Aku pun memilih tas yang kuinginkan. Tapi, sekitar sepuluh menit kemudian, aku belum mendapatkan tas yang kuinginkan. Akhirnya aku memutuskan untuk mengajak mama mencari tasku di lantai dua. Tapi, ketika aku menoleh ke belakang, aku sama sekali tidak menemukan mama. Saat itu aku panik sekali. Karena terlalu panik, tidak terpikir olehku untuk berkeliling dulu mencari mama. Dan biasanya saat aku panik, aku selalu membayangkan hal yang tidak-tidak. Saat itu yang terlintas di pikiranku adalah kalau mama sudah dalam perjalanan pulang dan lupa telah meninggalkanku. Karena berpikir begitu, aku langsung menangis memanggil-manggil mama. Beberapa orang memperhatikanku. Tapi tidak ada salah satu dari mereka yang melakukan sesuatu. Tak lama kemudian, seorang ibu berbaju merah (wuah, ternyata aku masih ingat warna bajunya!) menghampiriku. Ibu itu menanyaiku apa yang terjadi. Aku tidak bisa menjawab karena masih sibuk dalam tangisanku sendiri. Seakan bisa membaca pikiranku, ibu itu menarik tanganku dan mengajakku ke pos satpam terdekat. Di sana pak satpam menanyakan namaku dan nama mamaku. Pak satpam segera memberitahu pengunjung pusat perbelanjaan tersebut dengan microphone. Dan tak lama kemudian, mama datang ke pos satpam tersebut. Senang rasanya bisa bertemu mama lagi. Mama berterima kasih pada ibu dan pak satpam yang sudah menolongku. Hari itu benar-benar pengalaman yang tidak terlupakan. Aku juga mendapatkan tas yang kuinginkan. Dan setiap aku melihat tas itu, aku selalu teringat dengan ibu-ibu baik hati yang menolongku saat itu. Untuk ibu yang sudah menolongku, aku ucapkan terima kasih. Terima kasih ya, bu!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar